Penetasan Menggunakan Mesin Tetas

CUF - 60 merupakan mesin tetas yang sangat membantu dan mudah digunakan sebagai penetas telur

Monday, May 30, 2011

Makanan tambahan untuk ayam serama

Pepaya berperan melancarkan pencernaan. Usus serama yang pendek membuat ayam rentan sembelit jika makanan menumpuk disaluran pencernaan. Karena itu diperlukan makanan tambahan yang melancarkan pencernaan. Pepaya juga kaya vitamin c yang berperan meningkatkan kekebalan tubuh ayam.

Sebelum diberikan potong pepaya berbentuk dadu dengan diameter 5 mm agar serama mudah menyantapnya. Pepaya sebaiknya diberikan pada tempat yang terpisah dari pakan biasa. Dalam sehari pepaya diberikan minimal 2 kali yakni sesudah pemberian pakan biasa.

Selain sebgai penghias taman, daun bambu juga bisa menjadi makanan tambahan bagi ayam serama. setiap pagi, sahasdi mengumbar serama dihalaman dan membiarkan serama mematuk daun-daun bambu. Menurutnya daun bambu dapat meningkatkan kekebalan tubuh serama sehingga lebih tahan terhadap penyakit. Dlam pengobatan tradisional china, daun bambu sering digunakan sebagai tanaman obat.

Meski tidak mutlak, pemberian suplemen berupa vitamin penting untuk melengkapai kebutuhan nutrisi serama. Vitamin-vitamin unggas dapat diperoleh di toko-toko penyedia sarana produksi ternak. Vitamin biasanya diberikan bersamaan dengan pakan dan minum atau terpisah.

Salah satu jenis suplemen yang diberikan beberapa peternak adalah minyak ikan. Minyak hasil ekstrak lemak ikan itu dipercaya dapat mengkilapkan bulu karena mengandung vitamin E tinggi dan dapat merangsang nafsu makan. Minyak ikan berupa kapsul diberikan 2 kali seminggu. Kapsul disuapkan langsung ke mulut serama.

Saturday, May 14, 2011

Budidaya ayam serama, Unggas kecil berpeluang besar


Ada dua jenis peternakan unggas, peternakan unggas komersial dan peternakan unggas hobi untuk peliharaan. Banyak sekali jenis unggas yang dipelihara untuk hobi, mulai dari ayam bangkok, ayam bekisar, ayam hutan, ayam ketawa dan saat ini yang lagi ngebum menurut saya adalah ayam serama.

Dimana-mana hampir di seluruh kota di indonesia, banyak sekali para hobiis unggas yang saat ini berburu ayam serama untuk melengkapi koleksinya. Sebagai peternak tentu saja hal ini merupakan sebuah peluang besar.

Pada dasarnya penghobi ayam serama ini ada dua macam. Yaitu pemain dan kolektor. Yang saya maksut dengan pemain ini adalah penghobi ayam serama yang benar-benar di pelihara secara intensif dengan tujuan untuk dilombakan atau dikonteskan. Dan yang saya maksut dengan kolektor adalah penghobi unggas yang hanya sekedar senang mengkoleksi unggas untuk hiburan atau kesenangan.

Orang indonesia dikenal bangsa yang latah atau senang ikut-ikutan yang sedang menjadi sebuah tren. Tak terkecuali tren terhadap hewan peliharaan. Dan jumlah mereka yang ikut-ikutan ini justru lebih besar daripada para pemain yang benar-benar profesional. Sebagai peternak kita bisa mengambil peluang tersebut untuk memenuhi kebutuhan pasarnya. Karena harga jual ayam serama tidak ada standar bakunya maka justru dari sinilah akan bisa kita dapatkan keuntungan yang besar jika kita mampu membudidayakan dan memasarkanya dengan baik.

Tuesday, May 10, 2011

Sangkar Burung


A. Sangkar: Umum
1. Bahan rangka sangkar burung bisa dari bambu, kayu, rotan, logam dan plastik. Bahan jeruji bisa dari bambu atau logam/kawat baja.
Untuk sangkar dari logam dikhususkan untuk burung-burung paruh bengkok dengan paruh tajam dan kuat serta suka mengerat. Keunggulan bahan logam adalah mudah dibersihkan dan kuat. Kelemahannya mudah berkarat jika terkena air dan udara dengan kadar garam tinggi. Selain itu perlu diwaspadai adanya beberapa jenis logam yang beracun.

Berikut ini beberapa jenis logam dan sifat racunnya:

Berbagai kasus burung yang keracunan logam dilaporkan dalam Journal of Avian Medicine & Surgery, sebagaimana ditulis di multiscope (Hot Spot for Birds). Sekadar untuk pengetahuan Anda, berikut ini sejumlah logam yang berbahaya dan tidak berbahaya bagi burung, yang biasanya digunakan sebagai bahan pembuatan sangkar, wadah air dan pakan, kandang dan sebagainya:

1. Kuningan

Kuningan merupakan logam campuran antara tembaga dan seng. Kedua logam ini berpotensi membuat burung keracunan.

Jika ada kuningan pada sangkar burung-burung kecil barangkali tidak masalah karena mereka tidak mungkin bisa mematuki logam itu sampai mengelupas. Tetapi untuk burung berparuh kuat, seperti lovebird, nuri, betet dan sebagainya, maka logam ini bisa mereka gerogoti. Maka hindarkan kuningan dari mereka.

Journal of Avian Medicine & Surgery melaporkan adanya burung makau yang hampir mati karena keracunan seng. Pasalnya dia mengunyah-ngunyah tiga gerendel kuningan dan juga menggerogoti kandang kawat krom (krom juga mengandung seng).

2. Timah

Timah juga sangat beracun untuk burung. Termasuk barang yang mengandung timah ini antara lain adalah tutup kaleng, bandul pancing, pemberat korden, koil tutup sampanye, timah pateri, koil soldir, lempengan dalam batu baterai, sejumlah mainan anak dan lain sebagainya.

3. Tembaga

Tembaga juga berpotensi meracuni burung walaupun kadar racun dari logam ini sangat sedikit. Makanan yang mengandung asam yang disimpan dalam wadah tembaga bisa jadi terkontaminasi tembaga. Demikian pula saluran atau wadah air yang terbuat dari tembaga, berpotensi mencemari air yang mengalir atau berada di dalamnya. Kalau mau menggunakan wadah tembaga untuk burung, sebaiknya masukkan air ke dalamnya tidak dalam kondisi panas. Tuangkan jika sudah dingin baru diberikan ke burung. Dan bukan didinginkan di dalam wadah tersebut.

4. Kawat (yang non-galvanil), baja serta besi (yang tidak dilapisi cat anti karat) tidak beracun untuk burung.

5. Seng

Seng sangat beracun untuk burung. Termasuk di sini adalah kandang burung atau ram yang terbuat dari galvanil, klip atau steples, kunci-kunci mainan anak, paku, pipa ledeng, krom, beberapa cat anti karat, dan beberapa wadah shampo atau wadah kosmetika.

2. Ukuran sangkar
Besarnya sangkar burung perlu disesuaikan dengan ukuran burung, jenis burung dan gaya atau gerak mereka ketika berkicau.

  • Ukuran burung besar atau ekor panjang (cucakrowo, murai batu, poksai dan sejenisnya) bisa menggunakan sangkar bulat atau kotak dengan ukuran lebar atau panjang atau kalau bulat dengan diameter sekitar 50 cm setinggi 60 – 75 cm.
  • Ukuran menengah: anis merah, anis kembang, cendet, dan burung lain seukuran; bisa menggunakan sangkar bulat atau kotak dengan lebar atau panjang 30-35 cm setinggi 50 cm.
  • Ukuran kecil: ciblek, prenjak, sulingan/tledekan, kolibri dan burung lain seukuran; bisa menggunakan sangkar bulat atau kotak dengan lebar atau panjang 20-30 cm setinggi 40 cm.
  • Ukuran khusus: kenari, branjangan. Untuk kenari, agar memberi performa yang bagus, gunakan sangkar ukuran burung menengah dengan dua atau tiga tangkringan.


3. Jarak antar jeruji: jarak antar jeruiji disesuaikan dengan ukuran kepala burung dengan standard kepala burung tidak bisa keluar lewat sela-selanya. Untuk burung-burung bakalan yang masih giras, gunakan jeruji yang relatif rapat dengan ukuran lebih sempit dibanding lebar pangkal paruh burung. Dengan demikian jika burung nabrak sangkar, paruh tidak keluar dan pangkal paruh tidak terluka.

4. Bentuk dan ukuran pintu

Pintu masuk dibuat cukup lebar sehingga tangan orang bisa masuk. Buat posisi pintu di tengah dan bukan di bawah agar memudahkan kita ketika mau menggapai wadah pakan dan juga memudahkan kita memindah burung ke karamba dengan cara menempelkan berhadap-hadapan pntiu sangkar dan pintu karamba. Usahakan pintu bisa menutup sendiri setelah kita buka agar burung tidak lepas jika kita lupa menutup pintu.


5. Tangkringan/ tenggeran

Tenggeran ideal terbuat dari kayu keras dan permukaan kasar tetapi tidak tajam, misalnya kayu asam dan bukan kayu yang halus permukaannya seperti kayu jambu biji misalnya. Diameter ideal adalah kaki burung bisa mencengkeram kira-kira 2/3 bagian lingkar tenggeran.

Jumlah tenggeran bisa satu, dua atau tiga. Sementara khusus branjangan bisa menggunakan sangkar bulat dengan ukuran diameter 35-30 cm sepanjang 75 – 100 cm dengan tangkringan khusus terbuat dari batu apung.

Tips tenggeran atau tangkringan

Tidak ada ukuran pasti bahkan untuk burung yang sama jenisnya karena diameter tangkringan atau tenggeran itu masalah kebiasaan. Untuk mengukurnya (kalau itu burung baru kita dapat dan kita tidak tahu persis ukuran kebiasaaanya), maka pada kali pertama kita menyangkarkan, beri beberapa tangkringan sementara (bisa 4 sampai 5) dengan diameter yang berbeda:
Tangkringan 1: Berdiameter setengah dari panjang ujung jari depan terpanjang sampai ujung jari belakang.
Tangkringan 2: Berdiameter 2 mm lebih lebar ketimbang tangkringan 1
Dan begitu seterusnya sampai tangkringan ke-5.
Catatan: Pakan dan air jangan ditaruh di ujung/dekat salah satu tangkringan tetapi diletakkan mepet dasar sangkar.
Luangkan waktu barang 2-3 jam (nggak usah melotot terus menerus tetapi sambil beraktivitas lainnya) dan perhatikan, mana tangkringan yang paling banyak dihinggapi si burung. Nah, kira-kira itulah diameter tangkringan yang ideal untuk burung Anda itu.


Berikut ini beberapa bentuk sangkar dan posisi tenggeran:

Tangkringan dan sangkar burung memiliki beragam bentuk. Semua itu dibuat sesuai tujuan dan jenis burungnya.

Berikut ini beberapa gambar sangkar dan tangkringan di dalamnya, serta apa manfaatnya:

sangkar11

Gambar A adalah sangkar bulat dengan diameter beragam, mulai 40 sampai dengan 60 cm atau lebih. Tangkringan model itu digunakan untuk burung berekor panjang (murai batu misalnya), dengan tujuan agar ekor MB tidak rusak ketika MB tidur. MB tidur biasanya mencari tangkringan tertinggi dan mepet di ujung tangkringan. Dengan tangkringan model itu, maka ekor burung tidak menempel sangkar.

Sama fungsinya dengan Gambar A adalah sangkar Gambar C. Hanya saja ini menggunakan tangkringan model “T”. Kalau Gambar A, tangkringan bagian atas dihubungkan ke sangkar/kerangka sangkar dengan kawat (biasanya kuningan agar tidak mudah berkarat).

Sedangkan sangkar Gambar B menggunakan tangkringan model susun silang. Tangkringan ini berisiko merusakkan ekor burung ketika tidur. Tangkringan model ini biasanya digunakan untuk MB yang kalau sedang tarung bergaya geser kanan-kiri tubuh. Kalau MB model tarung seperti itu diberi tangkringan model T, dia akan banyak naik turun dari tangkringan kepala “T” ke tangkringan panjang (tempat dudukan tangkringan “T”).

sangkar2

Sangkar Gambar D digunakan untuk sangkar harian burung2 kcil seperti kenari ciblek dan lain-lain. Tetapi tangkringan model ini tidak disarankan karena ekor burung mudah rusak.

Sangkar Gambar E biasanya untuk kenari, kacer dan sebagainya. Tangkringan model ini ditujukan untuk burung yang berdasar gayanya sering bermain naik-turun dari satu tangkringan bawah ke tangkringan atas dan sebaliknya.

sangkar3

Gambar sangkar F dan G juga mempunyai fungsi yang hampir sama dengan sangkar Gambar E.

sangkar4

Sedangkan sangkar Gambar H mempunyai fungsi yang sama dengan sangkar Gambar A yakni agar ekor burung tidak rusak karena menempel jeruji sangkar. Ini biasanya digunakan untuk tangkringan Anis Merah atau Anis Kembang. Sedangkan sangkar Gambar I biasanya untuk pentet, kenari, atau sulingan yang suka nangkring di tempat sempit. Tetapi tangkringan model ini tidak dianjurkan untuk digunakan.

Masih banyak lagi model sangkar dan tangkringannya, tetapi sementara saya sampaikan itu dulu yakni model tangkringan yang umumnya dipakai para penghobi burung.

Tentu ini lain dengan model tangkringan burung paruh bengkok/LB yang biasanya juga diberi main-mainan dll.


6. Wadah pakan dan air gunakan cepuk wadah pakan yang biasa dijual di pasaran atau bisa membuat khusus dengan bahan plastik, tempurung, logam, gerabah dan lainnya. Sebelum digunaan cuci bersih dan pastikan pinggiran-pinggiran cepuk diambril sehingga tidak ada bagian yang tajam.

7. Tempat mandi, bisa menggunakan bak karamba khusus dan bisa pula gunakan cepuk wadah pakan yang besar sehingga burung bisa mandi di dalamnya.

8. Gantungan sangkar

Gantungkan burung di tempat yang tidak bisa dicapai hewan predator seperti kucing atau tikus. Dengan demikian sangkar perlu ada gantungannya. Buat gantungan yang kokoh, tidak mudah cepat dan jebol. Untuk menguji kekokohan sangkar, bisa dicoba tarik sekuat mungkin tetapi terukur. Dari percobaan itu Anda akan tahu apakah gantungan sangkar sudah kokoh atau belum.


9. Alas sangkar

Gunakan alas bentuk laci yang mudah ditarik keluar, tetapi diberi pengait agar tidak mudah terlepas dengan sendirinya. Jarak antara alas dengan jeruji dasar usahakan sehingga burung tidak bisa menggapai makanan yang jatuh terserpih ke alas sangkar. Hal ini untuk menghindari burung mengambil makanan yang kotor. Dengan demikian, buat juga jeruji dasar sangkar dengan jarak yang relatif rapat sehingga kepala burung tidak bisa menerobosnya.

10. Kandang umbaran

Kalau memang merasa perlu menggunakan kandang umbaran, bisa gunakan kandang umbaran ukuran panjang/lebar 1 meter panjang 2-3 meter tergantung kondisi tempat tinggal kita. Lakukan pengumbaran tanpa perlu menggoda burung untuk terbang-terbang.


11. Tips penggunaan kerodong.

  • Gunakan kerodong yang pas tepat menempel di dinding sangkar sehingga kalau burung ngelabak, paruh tidak melewati jeruji dan terluka.
  • Jangan langsung mengerodong burung yang baru saja diturunkan dari jemuran. Burung perlu diangin-anginkan dulu di tempat sejuk.
  • Gunakan kerodong warna netral. Atau bisa saja Anda menggunakan kerodong warna gelap untuk malam hari dan terang untuk siang hari. Warna gelap menyerap panas sehingga kondisi sangkar hangat. Warna terang memantulkan sinar sehingga membuat kondisi dalam sangkar relatif lebih dingin ketimbang menggunakan kerodong warna gelap.

12. Sangkar karantina

Kita perlu memiliki sangkar khusus untuk siap sedia jika suatu ketika kita perlu mengarantina burung sakit atau burung baru.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyediaan sangkar karantina:

  • Ukuran 100 x 50 x 30 cm
  • Dinding terbuat dari kawat kasa atau kawat ram nyamuk.
  • Beri lampu 25-40 watt untuk penghangat dan penerangan.
  • Jauhkan tempat pakan dan minum dari lampu.
  • Lantai dibuat dengan model laci sehingga mudah pembuangan kotoran burungnya.
  • Penempatan terpisah dari sangkar burung lain.


B. Menjaga kebersihan sangkar

  • 1. Cuci hama untuk sangkar baru dan lama
  • Sebelum digunakan, sangkar baru, baik yang dicat maupun tidak, perlu dicuci bersih menggunakan deterjen. Sangkar juga harus dipastikan tidak berbau cat atau vernis. Jika masih berbau, tunggu sampai beberapa hari dengan dicuci dan dijemur tiap hari agar hilang baunya.
    Untuk memantapkan sangkar bebas hama, semprot seluruh permukaan dengan antiseptic yang aman untuk burung. Dalam hal ini direkomendasikan menggunakan FreshAves yang terbukti aman jika tidak sengaja terkonsumsi oleh burung.
    Pencucihamaan sangkar haris dilakukan rutin minimal sebulan sekali.

  • 2. Cuci setiap hari
  • Usahakan sangkar dicuci setiap hari ketika burung dikaramba.


C. Menjaga kebersihan wadah pakan dan minum

Wadah pakan dan minum burung juga harus selalu dibersihkan sehingga tidak menjadi tempat tumbuhnya parasit dan jamur.

D. Pembuatan sangkar dan tangkringan khusus untuk terapi khusus:

Kadang-kadang kita perlu sangkar atau model tangkringan khusus untuk tujuan khusus. Saya pernah punya kenari yang selalu nglabrak-nglabrak jeruji kalau pas ditandingkan. Dan begitu nabrak jeruji, langsung terjun. Naik lagi, nglabrak lagi, begitu terus sambil bunyi. Berbagai treatment pakan saya coba, tidak berhasil. Treatment kawinkan untuk mengurangi birahi juga saya coba, tidak juga berhasil.

Dan berhasilnya, saya treatment tangkringan . Kalau biasanya tangkringan kenari hanya dua, atas-bawah sejajar dengan posisi saling menyamping, maka saya bikin tangkringan 8 biji (kali pertama ditertawain teman). 4 tangkringan bawah, saya susun masing-masing sejajar dengan jeruji, dengan jarak masing2 dari jeruji sekitar 7 cm.

Tangkringan atas posisi sama dengan tangkringan lapis bawah. Nah, ketika tarung di tangkringan lapisan bawah, kenari itu bergerak menyusuri tangkringan , muter ke semua sisi. Begitu loncat ke atas, gayanya sama persis, memutar ke semua sisi seakan menantang semua kenari di sekitarnya. Dan… kenari itu tidak pernah lagi nabrak jeruji (dalam arti bunyi sambil kaki mencengkeram jeruji2).

Mengapa? Ternyata, ketika dia menggacor dan paruh sudah nempel jeruji (karena jarak terjauh tangkringan ke jeruji hanya sekitar 7 cm yang tidak memungkinkan kenari untuk lebih maju lagi), maka itulah posisi yang dia angap ideal. Artinya, dia tidak perlu mencengkeram jeruji untuk bisa “mendamprat” lawan pada posisi yang “paling dekat” dengan lawan.

Anda pasti sering melihat kenari bunyi ke arah posisi lawan (luar) sambil menjatuhkan badan ke dasar sangkar lalu balik lagi ke atas, dan begitu lagi. Coba saja tidak ada tempat bagi dia untuk “menjatuhkan diri” ke depan karena dengan jeruji sudah “mepet”, maka dia tidak akan pernah lagi bergaya “jatuhan”.

Berdasar pengalaman itu, dan pengalaman yang sama berikutnya, maka saya bisa mengatakan bahwa treatment ini 90% akurat untuk mengatasi kenari yang terlampau “ganas” dan punya “gaya jatuhan” ketika tarung. Bisa dicoba.


E. Tips agar burung tidak lepas

  • Perhatikan cantelan sangkar. Periksa apakah mur/bautnya benar2 sudah kencang. Selalu cek, setiap hari sebab kadang kalau mur/baut kendor, maka ketika ketiup angin, sangkar bergerak-gerak, goyang, memutar, maka sangkar bisa lepas dari cantelannya. . . . Blam. . . burung lepas. . .
  • Perhatikan pula gantungan pada gantangan yang kita pakai. Kalau menggunakan paku, apa benar pakunya nancap kencang; tidak karatan; tidak aus. Perhatikan dudukan gantungan; kalau kayu, bambu dan sebagainya, apa tidak lapuk; tidak keropos dsb. 3. Usahan menggantungkan sangkar dengan menyantelkannya pakai tangan langsung; kalau tinggi pakai alat bantu kursi yang kokoh berdiri. Kalau terpaksa pakai tongkat yang berpaku/berkawat melengkung maka perhatikan keseimbangan beban sangkar; juga kekuatan sangkar. Jika tidak seimbang berisiko sangkar memutar saat diangkat ke arah gantangan. Jika kerangka sangkar tidak kuat, juga berisiko patah dan sangkar jatuh berdebam. . .
  • Buat pintu sangkar dengan engsel (kebanyakan model gesekan naik turun) yang selicin mungkin. Dengan demikian, meskipun pintu tidak diberi beban (kalau diberi, lebih bagus sebagaimana saran Pak Fortuna), dia akan otomatis geser ke bawah; nutup. Pintu juga perlu diberi kancingan sehingga tidak berisiko terbuka saat kita membuka/mengangkat kerodong. 5. Usahakan penutup sangkar bagian bawah (yang berupa jeruji maupun yang berupa lembaran papan/tripleks/seng) bisa dikancingkan (dan selalu dikancingkan seusai sangkar dibersihkan), sehingga kalau sangkar dalam kondisi miring, penutup tersebut tidak membuka sendiri.
  • Tidak memberi/mengganti makan-minum secara langsung ketika burung masih di sangkar; usahakan burung sudah dimasukkan karamba. Kalau terpaksa, maka lakukan itu di ruang tertutup atau usahakan tangan kiri (kanan) menjaga pintu bagian bawah yang terbuka ketika tangan kanan (kiri) masuk sangkar. Hal ini terutama perlu diperhatkkan untuk sangkar2 model bulat dimana bukaan pintu sampai di dekat dasar sangkar dan sangat rawan diterobos burung.
  • Selain sangkar, perhatikan pula karamba Anda. Apakah pintunya bisa melorot sendiri begitu kita lepaskan atau masih terlalu seret sehingga perlu ditekan. Usahakan bisa licin dan menutup sendiri.
  • Sediakan selalu semprotan yang didalamnya sudah ada cairan sabun/sampho (sebagaimana juga disarankan Mbak Dwi) untuk menyemprot burung yang lepas. Dan sekadar cerita saja: karena pengetahuan ini, saya pernah menangkapkan burung AK-nya Mas Samino, teman penangkar Solo, dua ekor sekaligus (sepasang) dalam waktu yang relatif cepat. Dan berkat itu. . . hehehehehe. . . . saya dapat MB anakan dengan harga diskon besara2an. . . . Cara itu biasanya memang efektif untuk burung yang sudah mapan/jinak.
  • Sediakan juga pulut/getah bendo atau getah nangka (yang bagus getah bendo skarena lengketnya luar biasa tetapi mudah dibersihkan dari bulu burung) seperti disarankan Pak Fortuna. Sediaan pulut, tentu saja sekalian dengan tongkat yang kecil, panjang dan ringan, yang bisa menjangkau ketinggian atap rumah/pepohonan. Caranya, rekatkan pulut ke separuh bagian lidi yang diikatkan di ujung tongkat. Lekatkan jangkrik (tidak mutlak) ke bagian tengah lidi; sorongkan ke arah si burung secara perlahan2 (ini biasanya juga hanya efektif untuk burung yang sudah mapan/jinak).
  • Lebih dari itu, jangan terlalu PD akan kondisi sangkar kita sebelum kita benar2 mengeceknya setiap hari; setiap saat.

Sumber:
http://omkicau.com

Sunday, May 8, 2011

Budidaya Ayam Kalkun, Peluang Bisnis Menggoda

Kalkun atau ayam kalkun adalah sebutan untuk dua spesies burung berukuran besar dari ordo Galliformes genus Meleagris.

Kalkun betina lebih kecil dan warna bulu kurang berwarna-warni dibandingkan kalkun jantan. Sewaktu berada di alam bebas, kalkun mudah dikenali dari rentang sayapnya yang mencapai 1,5-1,8 meter.

Spesies kalkun asal Amerika Utara disebut M. gallopavo sedangkan kalkun asal Amerika Tengah disebut M. ocellata.

Kalkun hasil domestikasi yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari spesies M. gallopavo yang juga dikenal sebagai kalkun liar (Wild Turkey). Sedangkan spesies M. ocellata kemungkinan adalah hasil domestikasi suku Maya. Ada orang yang berpendapat kalkun yang diternakkan untuk diambil dagingnya berasal dari kalkun suku Maya. Alasannya kalkun suku Maya lebih penurut dari kalkun liar asal Amerika Utara, tapi teori ini tidak didukung bukti morfologis. Kalkun hasil domestikasi mempunyai pial (bagian bergelambir di bawah paruh) sebagai bukti bahwa kalkun negeri berasal dari kalkun liar M. gallopavo. Kalkun M. ocellata yang dipelihara orang Maya tidak memiliki pial.

Kalkun liar merupakan hewan buruan di Amerika Utara, tapi tidak seperti kalkun negeri, kalkun liar gesit

Kalkun dalam berbagai bahasa

Ketika kalkun pertama kali ditemukan di Amerika, orang Eropa salah mengenalinya sebagai burung asal Afrika Numida meleagris yang juga dikenal sebagai “ayam turki” karena diimpor dari Eropa Tengah melalui Turki. Dalam bahasa Inggris, kalkun tetap disebut sebagai “Turkey” hingga sekarang. Kalkun termasuk genus Meleagris yang dalam bahasa Yunani berarti “unggas asal Guinea”.

Nama-nama dalam berbagai bahasa dunia untuk kalkun hasil domestikasi juga mencerminkan nama negeri asal kalkun yang “eksotik” menurut orang zaman dulu. Sekaligus terlihat kebingungan orang zaman dulu tentang negara asal kalkun. Pada waktu, orang percaya lokasi benua Amerika yang baru saja ditemukan terletak di Asia Timur. Selain itu, orang zaman dulu suka menamakan binatang dengan nama-nama tempat yang jauh dan eksotis supaya bisa dijual mahal.

Kalkun merupakan ejaan bahasa Indonesia untuk bahasa Belanda “kalkoen” yang diambil dari nama kota Kalikut di India. Sedangkan Ayam Belanda merupakan sebutan bahasa Melayu untuk kalkun. Dalam bahasa Denmark dan Norwegia, kalkun juga disebut sebagai kalkun, atau kalkon (bahasa Swedia), Kalkuun (bahasa Jerman hilir), kalkkuna (bahasa Finlandia), dan kalakuna dalam bahasa Papiamento.

* Dalam bahasa Nahuatl, kalkun liar disebut guajolote (ejaan lama: xuehxolotl).
* Dalam bahasa Spanyol disebut Pavo.
* Dalam bahasa Turki disebut hindi yang artinya “asal India.” Orang Perancis juga menyebutnya d’inde (kependekan dari bahasa Perancis poulet d’inde yang berarti “ayam dari India”).
* Dalam bahasa Katalan disebut gall dindi (ayam India).
* Dalam Bahasa Ibrani disebut tarnegol hodu (?????? ????), yang secara harafiah berarti “ayam India”. Secara kebetulan, hodu (India) merupakan homonim yang juga berarti “terima kasih” (bahasa Inggris: “thanks”). Sehingga sering ada salah pengertian, “tarnegol hodu” dikira berarti “ayam untuk Thanksgiving“.
* Dalam bahasa Rusia disebut indiuk (?????), indyk dalam bahasa Polandia, atau indik (??????) dalam bahasa Yiddish yang semuanya berarti India.
* Dalam bahasa Malta disebut dundjan (dibaca dondyan) yang walaupun samar-samar berarti India.
* Dalam bahasa Arab disebut deek roumi (??? ????) yang berarti ayam jantan Romawi atau burung Ethiopia.
* Dalam bahasa Portugis disebut peru, sama seperti nama negara Peru.
* Dalam bahasa Yunani disebut gallopoula yang berarti “burung Perancis”.
* Dalam bahasa Bulgaria disebut ????? (puijka) atau ??????? (misirka) yang berarti negara Mesir.
* Dalam bahasa Gaelik Skotlandia disebut cearc frangach yang berarti “Ayam Perancis”.
* Dalam bahasa Italia disebut tacchino.
* Dalam bahasa Jepang disebut ??? (shichimench? ,ayam tujuh wajah?) atau ??? chilmyeonjo dalam bahasa Korea. Bagian kepala kalkun jantan yang tidak berbulu bisa berubah-ubah warna, sehingga orang menganggap wajah kalkun bisa berubah tergantung pada suasana hati.
* Dalam bahasa Tionghoa disebut (??) huoji karena kepalanya yang merah seperti warna api.

Reproduksi aseksual

Kalkun diketahui mempunyai kemampuan unik dalam melakukan reproduksi aseksual. Walaupun tidak ada kalkun pejantan, kalkun betina bisa menghasilkan telur yang fertil. Anak kalkun yang dihasilkan sering sakit-sakitan dan hampir selalu jantan. Perilaku ini bisa mengganggu proses inkubasi telur di peternakan kalkun.

Fosil kalkun

Sebagian besar jenis-jenis kalkun sekarang sudah tinggal fosil saja. Subfamilia Meleagridinae diketahui berasal dari zaman Miosen awal dan mempunyai genus Rhegminornis (zaman Miosen awal) dan Proagriocharis (zaman Miosen akhir/Pliosen awal). Fosil kalkun yang genusnya tidak diketahui tapi mirip dengan Meleagris diketahui berasal dari zaman Miosen akhir.

Daftar kalkun yang hanya diketahui dari fosil saja:

* Meleagris sp. (zaman Pliosen awal)
* Meleagris leopoldi (zaman Pliosen akhir)
* Meleagris progenes (zaman Pliosen akhir)
* Meleagris sp. (zaman Pliosen akhir)
* Meleagris anza (zaman Pleistosen awal)
* Meleagris californica (zaman Pleistosen akhir)
* Meleagris crassipes (zaman Pleistosen akhir)

Hewan ternak yang termasuk unggas seperti ayam, angsa dan bebek ini saat ini sudah mulai banyak diternakkan dalam peternakan besar yang terintegrasi

Jenis ayam ini mudah dikembangbiakkan dan merupakan salah satu komoditi yang saat ini belum digarap secara masal karena asumsi masyarakat daging kalkun ini tidak enak, melihat potensi pasar jenis ayam ini sudah selayaknya budidaya jenis ayam ini mendapatkan perhatian serius karena dimungkinkan semakin menipisnya pasokan daging untuk ayam kampung, daging ayam kalkun bisa menjadi pilihan yang baik untuk disajikan di menu-menu masakan daging ayam.

Daging ayam kalkun ini bisa anda masak seperti jenis daging yang lain misalnya ayam bakar kalkun, rendang kalkun, kari kalkun, ayam goreng kalkun soto kalkun bahkan mie ayam kalkun, walaupun untuk saat ini harga ayam ini masih tinggi karena jenis ayam ini hanya sebatas sebagai ayam hias pada tahun-tahun kedepan ayam ini bisa menjadi jenis ayam konsumsi yang akan menjadi target perburuan para penggemar masakan daging ayam. Anda tertarik untuk memelihara ayam kalkun? (fn/it/id)


Sumber:
www.suaramedia.com

Saturday, May 7, 2011

Menjaga kebersihan kandang ayam serama

Kebersihan kandang menjadi syarat mutlak agar serama sehat dan tampil prima. Bila kotoran menumpuk maka kandang akan menjadi gudang penyakit. Karena itu kandang mesti dibersihkan secara teratur.

Salah satu cara agar mudah membersihkan kandang adalah dengan menggunakan ram kawat untuk lantai kandang. Dibawah kandang lalu diberi alas triplek untuk menampung kotoran. Taburkan sekam padi dipermukaan alas. Dengan begitu kotoran yang langsung jatuh tidak menempel pada permukaan alas.

Alas penampung kotoran sebaiknya dirancang agar dapat dilepas pasang. Jaddi, ketika dibersihkan cukup ambil alas, lalu tumpahkan sekam yang sudah bercampur kotoran. Cuci alas dengan menggunakan sabun antibakteri, lalu keringkan. Alas pun siap digunakan kembali. Meski kotoran ditampung alas, tapi kandang mesti dibersihkan secara berkala minimla setiap pekan. Pasalnya, seringkali kotoran juga juga mengenai lantai kandang sebelum menimpa alas.

Cara lain agar mudah membersihkan kandang adalah dengan melapisi lantai kandang dengan campuran serbuk zeolit, pasir pantai dan pasir cor dengan perbandingan 1/2 : 1 : 1/4. Zeolit membuat kotoran ayam cepat kering dan tidak menempel dilantai kandang. Untuk membersihkanya, ambil tumpukan kotoran dengan saringan sehingga hanya kotoran yang terambil.

Pasir banyak negandung kerikil yang dibutuhkan serama untuk membantu pencernaan makanan di tembolok. Pasir pantai jga menjadi sumber kalsium karena biasanya bercampur dengan serbuk kulit kerang yang sudah hancur. Kalsium penting untuk memperkuat tulang serama dan mencegah telur lembek yang membat telur mudah pecah.

Sterilisasi kandang ayam serama

Selain membersihkan kotoran secara berkala, kandang juga mesti disterilisasi secara teratur minimal 2 bulan sekali. Caranya dengan menggunakan larutan formalin 40% yang dicampur dengan kaliumpermanganat.

Sebelum sterilisasi kandang keluarkan seluruh ayam. Setelah itu celupkan kain kedalam larutan, lalu masukan ke dalam kandang. Uap yang dihasilkan larutan akan membunuh bakteri penyebab penyakit. Sebaiknya tutup kandang terlebih dulu dengan plastik atau kain agar sterilisasi lebih efektif.

Kandang yang ditaruh dilokasi teduh cenderung lembap. Kondisi itu dapat mengundang bibit penyakit. Oleh karena itu sebaiknya jemur kandang dibawah terik matahari secara berkala. Bila perlu bersihkan dahulu dengan sabun yang mengandung desinfektan sebelum dijemur

Gaya Ayam Serama Juara


Bila melihat langsung bagaimana serama bergaya di kontes, maka baru bisa mengakui kalau serama memang ayam yang gayanya paling unik didunia. Tidak hanya mengandalkan keindahan warna bulu tetapi punya kemampuan bergaya diatas pentas layaknya peragawati profesional.

Begitu berada diatas meja kontes gayanya rancak bak prajurit siap perang. Lantas dengan pongahnya berkukuruyuk dengan suara kecil nyaringnya. Bersama dengan itu kepala langsung ditarik dan dadanya yang bidang dibusungkan hingga sebesar bola tennis.

Gaya membusung serama ini sudah menjadi ciri khas ayam serama dan ini tidak dimiliki ayam atau jenis unggas manapun. Dari tingkatan tarikan kepala itu, pada tingkatan pertama, kepala ditarik kebelakang dan secara otomatis dada ditarik kedepan atau dibusungkan. Posisi kepala bila ditarik garis vertikal masih segaris dengan posisi kaki. Tarikan ini juga disebut tarikan biasa.

Tingkatan kedua atau medium yaitu, saat kepala ditarik lebih kebelakang hingga menyentuh ekor. Posisi kepala dibelakang dari posisi kaki. Posisi paruh masih 45 derajad dari dada atau masih mengahadap ke depan.

Tingkatan ketiga atau ekstrim. Pada tingkatan ini kepala benar-benar ditarik kebelakang hingga mendesak ekor sehingga kepala seperti tersembunyi (tenggelam). Posisi jauh dibelakang dari kaki. Paruh sudah menghadap keatas membentuk sudut 90 derajad atau segaris dengan dada. Pada kondisi yang paling ekstrem bila diambil gambar dari depan kepalatidak kelihatan tertutupi sempurna oleh dada besar jenis apple.

Dalam perkembanganya gaya tarikan kepala saja dirasa belum cukup. Pasalnya gaya pose serama terus berkembang. Uniknya gaya-gaya serama ini sebenarnya bukan karena faktor latihan yang dominan tetapi faktor genetis atau lebih tepat kualitas genetis. Seperti tarikan ekstrim hanya dimilikioleh serama yang punya genetis bagus dan tidak dimiliki oleh serama yang lain.

Sumber:
Tabloid Agrobis

Friday, May 6, 2011

Mengembangkan potensi ternak unggas hias


Dalam peternakan komersial seperti ayam petelur dan ayam pedaging, selain konsistensi dan kesabaran dukungan permodalan tetap merupakan faktor utama untuk pengembangan usaha tersebut. Berbeda dengan peternakan unggas hias, menurut saya, permodalan malah bukan merupakan faktor utama untuk mencapai kesuksesan.

Karena dalam peternakan unggas hias ini, besar kecilnya usaha tidak hanya ditentukan dengan besar kecilnya populasi saja, melainkan hanya ditentukan dari seberapa besar nama yang bisa di bentuk oleh peternak tersebut. Banyak yang menganggap bahwa dengan dukungan modal yang besar seseorang bisa memperoleh profit yang tinggi pula dalam peternakan unggas hias ini. Tetapi dari beberapa kasus yang lihat, justru sebenarnya banyak peternak unggas hias yang gagal justru karena terlalu berambisi dalam pengembangan ternaknya hanya dengan menambah permodalanya saja.

Kembali kepermasalahan nama, brand image atau citra yang terbentuk, kita tidak hanya bisa membuatnya dengan hanya membeli indukan yang mahal saja. Kadang banyak yang berpikir jika kita membeli indukan yang sudah ternama atau mahal maka produksi dari ternakan kita akan dengan mudah diterima pasar. Inilah salah satu penyebab dari banyaknya kegagalan para peternak unggas hias. Bagaimanapun juga sebuah citra itu akan terbentuk tetap membutuhkan proses dan waktu, jadi justru konsistensi dan kesabaran itulah yang menjadi faktor penentu untuk kesuksesan peternakan unggas hias anda.

Ayam Mutiara

Ayam mutiara (Guiena Fowl) merupakan unggas yang banyak dikembangbiakkan sebagai hewan hiasan. Karena Ayam mutiara mermiliki bentuk tubuh dan warna bulu menarik untuk dilihat. Bulu-bulunya dihiasi dengan bintik-bintik seperti mutiara. Karena merupakan unggas hias, maka harga ayam mutiara lebih tinggi jika dibandingkan dengan harga ayam konsumsi. Harga ayam mutiara bervariasi tergantung daerah masing-masing, berkisar antara 200 sampai 300 ribu satu pasang. Dengan makanan dan model pemeliharaan yang hampir sama dengan ayam kampung, bisnis budi daya ayam mutiara memiliki prospek yang lebih baik dan menguntungkan. Ayam mutiara sendiri banyak dijual dan di pasarkan di pasar burung.

Jenis Ayam Mutiara

Ayam mutiara memiliki banyak jenis yang dibedakan menurut warna-warna bukunya antara lain pearl (abu-abu), putih, Royal Purple,Violet, Coklat. Lavender dan lain-lain. Dalam perkembangannya ayam mutiara banyak dihasilkan oleh hasil cross-breeding antara ayam mutiara yang asli dengan ayam lain, sehinga ragam jenis ayam mutiara semakin banyak.
Ayam Mutiara Dewasa
Ayam Mutiara Dewasa

Habitat Hidup Dan Model Kandang Ayam Mutiara

Ayam mutiara sebenarnya sebenarnya merupakan keluarga Burung (Aves) bukan ayam walau kemudian dikenal dengan nama Ayam Mutiara. Ayam ini berasal dari daratan Afrika yang di habitat aslinya hidup bergerombol pada sabana dan semak-semak. Meski dari kelompok burung, ayam mutiara tidak suka terbang tinggi dan lebih suka mencari makan di padang sabana. Karena itu dalam membudidayakan ayam mutiara model tempatnya bisa dibuat seperti halnya di alam aslinya.
Model kandang dibuat seperti kandang ayam pada umumnya , tetapi jika siang hari dilepas pada halaman/lahan terbatas yang tersedia pasir dan rumput. Selain itu kandang dan tempat bermain ayam mutiara harus cukup terkena sinar matahari agar bulu-bulu indah dan tidak lembab. Jika tersedia ayam mutiara lebih suka tidur pada malam hari pada tempat yang tinggi, karena itu pemberian tempat bertengger pada kandang sangat baik. Dengan tidur bertengger, ayam mutiara menjadi lebih sehat dan tahan terhadap penyakit.
Kandang ayam mutiara dewasa dengan ayam mutiara anakan juga berbeda, ayam mutiara dewasa relatif tahan terhadap perubahan suhu lingkungan. Akan tetapi pada ayam mutiara anakan diperlukan suhu ruangan yang cuku hangat karena bulu-bulunya belum cukup melindungi dari suhu dingin pada malam hari. Karena itu kandang yang cocok adalah kandang box yang diberi penghangat menggunakan lampu listrik. Pada pagi hari anakan mutiara perlu dijemur agar sehat dan kandang tidak lembab.

Menetaskan Ayam Mutiara

Salah satu cara mendapatkan ayam mutiara adalah dengan menetaskan dari telur, dengan membeli telur dan menetaskan sendiri kita lebih bisa mengamati perkembangan ayam sejak usia dini. Tetapi cara ini membutuhkan ketelatenan dan kesabaran. Cara menetaskan ayam mutiara bisa dilakukan dengan indukan ayam mutiara, indukan ayam kampung, entok dan dengan mesin tetas. Telur ayam mutiara yang sudah dibuahi akan menetas dalam waktu 28 hari. Konon ada perbedaan waktu menetas tergantung cross-breeding dengan ayam jenis apa.
Setelah telur ayam mutiara menetas, ditempakan pada ruangan yang cukup hangat dengan diberi lampu penghangat. Anakan ayam mutiara mirip dengan anakan ayam kalkun , sehinga agak sulit dibedakan. Setelah muncul bintik-bintik mutiara mulai dapat dengan mudah dibedakan dengan ayam kalkun. Pada usia dewasa ayam mutiara jantan sulit dibedakan dengan ayam mutiara betina, sehingga perlu kejelian dan pengalaman untuk membedakannya.
Anakan Ayam Mutiara
Anakan Ayam Mutiara

Makanan Ayam Mutiara

Pada dasarnya ayam Mutiara merupakan hewan omnivora atau bisa memakan apa saja. Di alam aslinya ayam mutiara memakan rumput, daun-daunan, serangga, cacing dan lain-lain. Untuk budi daya di rumah bisa diberikan makanan sisa nasi, bekatul, sisa sayuran dan makanan apa saja. Di dalam budi daya ayam mutiara secara intensif pemberian makanan disesuaikan dengan kebutuhan gizi setiap harinya dan perlu dihitung secara detail. Kebutuhan gizi dapat dipenuhi dengan memberikan konsentrat, sayur-sayuran, bekatul dan lain-lain.
Seperti halnya beternak ayam jenis lainnya, pola pemberian makanan ayam mutiara berbeda-beda dalam setiap usianya. Pola pemberian makanan ayam mutiara anakan lebih banyak mengunakan konsentrat untuk starter, yang mengandung peotein tinggi. Pada usia perkembangan diberikan makanan dengan kandungan konsentrat untuk grower dan pada usia dewasa lebih banyak makanan yang memicu telur dan keindahan tubuh.(Galeriukm)

Sumber:
http://galeriukm.web.id

Pangsa pasar unggas hias


Jumlah penjualan dibandingkan jumlah kebutuhan pasar keseluruhan atau disebut pangsa pasar , normalnya lebih tinggi jika menghadapi persaingan sedikit. Peternak dapat memasang harga tinggi, tanpa kehilangan konsumen. Peternak yang menghadapi persaingan sedikit dapat menjual dalam jumlah besar pada harga tinggi sehingga menghasilkan tingkat penghasilan yang tinggi.

Tingkat persaingan yang tinggi mempunyai akibat sebaliknya. Pertama, dapat menurunkan pangsa pasar, dengan demikian menurunkan jumlah yang terjual oleh setiap peternak. Kedua, tingkat persaingan tinggi dapat memaksa setiap peternak untuk mengurangi harga jual untuk mencegah pesaing mengambil alih pasarnya.

Sebagai peternak kita mesti jeli dalam melihat pangsa pasar unggas hias yang sedang berkembang. Pangsa pasar unggas hias ini sangat berhubungan dengan trend yang sedang terjadi di masyarakat. Jika bisa memanfaatkan trend yang sedang terjadi, tentu akan dapat memberikan profit yang sangat signifikan.

Pada dasarnya pangsa pasar unggas hias ada 2 (menurut saya). Yang pertama adalah asli pemain, yaitu penghobi unggas hias yang memang bertujuan untuk bisa meraih gelar juara dalam sebuah pertandingan atau kontes. Penghobi seperti ini tentu saja berani membayar dengan mahal untuk unggas yang menurutnya cukup berkualitas dan cukup prospek menjadi juara. Biasanya mereka membeli barang yang yang sudah setengah jadi atau sudah jadi juara dalam suatu pertandingan skala kecil.

Yang kedua adalah penghobi yang sekedar senang memelihara saja atau kolektor. Mereka ini tidak terlalu fanatik dalam memilih barang, tidak harus trah juara. Yang penting harga masih cukup terjangkau dan barangnya cukup berkualitas, toh tujuanya hanya sekedar untuk hiburan. Bukan untuk turun ke gelanggang pertandingan. Tetapi menurut saya justru kebutuhan pasar dari mereka inilah yang sangat besar dan bisa banyak memberikan keuntungan kepada kita sebagai peternak. Jadi dalam memutuskan untuk mengembangkan peternakan unggas hias, yang terlebih dulu anda pikirkan adalah pangsa pasarnya, pemain atau penghobi?

Wednesday, May 4, 2011

Memilih indukan betina untuk menghasilkan bekisar yang bagus


Induk betina juga menentukan mutu bekisar yang akan dihasilkan. Dari induk yang berbeda akan diperoleh macam-macam bekisar yang berbeda pula.
Secara umum, ayam betina yang baik untuk induk bekisar adalah ayam yang sehat, besarnya tidak melebihi ayam hutan jantan, berbulu tebal, dan berjengger wilah (bergerigi).

Selain itu, ayam betina harus sudah berumur enam bulan dan koteknya keras serta panjang. Paduan kotek ayam betina seperti ini dengan kokok ayam hutan yang bagus akan menghasilkan bekisar yang bersuara bagus pula.
Selain mewariskan bentuk jengger dan suara pada anak-anaknya, induk betina juga menentukan variasi warna bulu keturunannya. Sumber Majalah Trubus

Sunday, May 1, 2011

Prosedur Pembelian Unggas Hias dari Central Unggas

Sejak kami mempublikasikan tentang pengembangan ternak unggas hias di Central Unggas Farm, mulai dari ayam bangkok, ayam ketawa, ayam serama, ayam bekisar dan lain sebagainya, hampir setiap hari selalu saja ada permintaan unggas hias dari berbagai kota di indonesia. Hal ini menunjukan bahwa peternakan unggas hias cukup menjanjikan untuk terus dikembangkan secara lebih profesional.

Pada awalnya kami mengembangkan ternak unggas hias hanya untuk belajar, bahwa untuk memperoleh profit yang besar dari dunia perunggasan itu tidak harus dengan investasi yang besar dan lahan yang luas, tetapi bisa juga dengan kejelian melihat peluang besar yang ada di sekitar kita.Berbeda dengan peternakan unggas komersial seperti ayam petelur dan ayam pedaging, yang keuntungan memang berbanding lurus dengan jumlah modal yang kita investasikan.

Dengan apa yang kami kembangkan saat ini, kami berharap bisa memberikan motivasi kepada para pemula peternak unggas hias untuk tetap semangat dalam mencintai dan menekuni ternak unggas hiasnya. " Dunia Tak Selebar Daun Kelor", ungkapan ini sangat cocok dengan kondisi saat ini. Dengan kemajuan teknologi dan murahnya akses informasi sangat memberikan kemudahan bagi kita untuk mengembangkan pemasaran tanpa harus terkendala oleh ruang dan waktu.

Dari banyaknya pemesanan yang ada, pertanyaan yang sering selalu datang kepada kami adalah " Bagaimana Prosedur Pembelianya Pak?". Untuk itu perlu kami jelaskan sekali lagi tentang prosedur pembelian unggas hias dari farm kami seperti berikut ini:

  1. Kirimkan SMS jenis unggas yang ingin anda beli dan alamat anda, kemudian kami akan membalas sms anda dengan ketersediaan barang dan ongkos kirim sampai ketempat anda.

  2. Jika jenis unggas yang ingin anda beli gambarnya tidak ada atau kurang jelas di iklan kami, anda bisa meminta pengawas kandang kami untuk mengirimkan MMS dari unggas hias yang ingin anda beli.

  3. Setelah anda cocok antara harga dan barang yang ingin anda beli, silahkan transfer ke salah satu rekening kami. Berikut ini adalah contoh sms konfirmasi pembayaran kepada kami.
    "Sdh ditransfer 1.330.000 ke Dina Kusumawati untuk pesanan 10 ekor ayam ketawa plus ongkos kirim. Dari xxxxxx, Jl. xxxxx Kutoarjo Kab. Purworejo Jateng 54212."

  4. Kemudian pembayaran anda akan kami cek di prin out internet banking kami seperti dibawah ini.










  5. Anda tidak perlu mengirimkan struk / bukti pembayaran, cukup konfirmasikan besarnya pembayaran yang anda transfer dan Nama penyetor yang anda tulis di slip setoran tunai anda atau nama pemilik rekening dari atm yang anda gunakan untuk transfer ke rekening kami.

  6. Setelah pesanan anda kami kirimkan, Kami akan mengkonfirmasikan nomor pengiriman dan perkiraan sampainya kiriman.

Ayam Pelung


Ayam Pelung merupakan ayam peliharaan asal Cianjur, sejenis ayam asli Indonesia dengan tiga sifat genetik, yaitu suara berkokok yang panjang mengalun, pertumbuhannya cepat dan postur badannya yang besar. Secara fisik, ayam yang menjadi ciri khas Cianjur ini memang terkesan besar, beratnya saja bisa mencapai 5-6 kg untuk ayam jantan dewasa dan tingginya antara 40 sampai 50 centimeter.

Dengan kelebihan itulah ayam pelung sering dijadikan arena kontes untuk dinilai, baik dari bentuk, warna dan suaranya. Pada mulanya kontes ini diselenggarakan antar teman yang sama-sama penggemar ayam pelung. Dahulu ajang ini disebut kongkur (conqour) dan sampai sekarang sebutan tersebut masih sering dipakai.

Kongkur biasanya diadakan antara bulan April sampai Juni dan diadakan di lapangan yang luas dan rimbun dari pepohonan serta tidak berisik. Biasanya setiap penyelenggaraan kongkur selalu ramai disaksikan oleh penduduk setempat. Kriterian penilaian mulai dari kesehatan, bentuk, umur, dan suara. Secara fisik ayam pelung tidak terlalu beda dengan ayam kampung biasa, yang menjadi ciri khas dan keunikan ayam pelung ini adalah suara berkokoknya. Bila ayam ini dirawat dan dilatih dengan baik, maka akan menghasilkan suara berkokoknya yang begitu merdu didengar. Ada yang berkokok dengan suara yang panjang, ada yang berirama dan ada juga yang bersuara unik di tengah kukurannya, contohnya “ela-elu-ela” “oooooook”

Kelebihan inilah yang menjadikan ayam pelung dikenal banyak orang, bahkan sampai keluar negeri. Untuk itulah, guna melestarikan dan mengangkat nama ayam pelung ini serta untuk memberikan daya tarik daerah, setiap tahun diadakan kontes ayam pelung yang diikuti pemilik dan pemelihara ayam pelung se-Jawa-Barat dan DKI Jakarta. Ayam pelung terbaik yang menjadi juara kontes harganya bisa mencapai jutaan rupiah.

Sejarah Ayam Pelung
Ada dua pendapat yang menyatakan tentang asal muasal dari ayam pelung ini. Pertama, ayam pelung mulai dipelihara dan dikembang biakan pada tahun 1850 oleh seorang Kiai bernama H. Djarkasih, seorang penduduk Desa Bunikasih, Kecamatan Warung Kondang. Suatu ketika ia bermimpi bertemu dengan Eyang Suryakancana, yang merupakan putera Bupati Cianjur pertama. Dalam mimpi tersebut H. Djarkasih disuruh Eyang Suryakancana mengambil seekor ayam jantan yang disimpan di suatu tempat. Keesokan harinya saat sedang mencangkul di kebun, ia menemukan seekor anak ayam jantan yang besar dan tinggi. Kemudian ayam itu dipelihara dan setahun kemudian kokoknya terdengar enak dan berirama merdu.

Pendapat yang kedua, menyatakan bahwa pada 1940 seorang penduduk Desa Jambudipa, Kecamatan Warungkondang yang bernama H. Kosim sedang bertamu kepada Gurunya. Saat itulah ia melihat seekor ayam betina sedang bersama anak-anaknya. Salah satu anak ayam tersebut terlihat berbeda, terlihat lebih besar, tinggi dan berbulu jarang. Kemudian ayam tersebut dipelihara dan dirawat dengan baik sehingga menghasilkan suara yang merdu.

Kini ayam pelung sudah banyak dikembangbiakkan di daerah pedesaan di Cianjur. Untuk mendapatkan bibit ayam ini bisa datang ke Kecamatan Warungkondang, Pacet, Cugenang, Cianjur dan Cempaka. Sedangkan untuk mendapatkan ayam pelung yang sudah menghasilkan suara bagus, Anda harus merogoh kocek lumayan besar, karena harganya bisa mencapai 10-20 juta per ekor. Sedangkan untuk ayam betinanya yang masih berproduksi bernilai 500 ribu sampai 800 ribu. Harga yang tidak murah bila dibandingkan dengan ayam biasa. Tapi bagi yang hobi dan mencintai keunikan, harga ayam pelung ini sudah sebanding dengan kelebihannya



Sumber:
http://www.puncakview.com

Ayam Bekisar


Ayam Bekisar merupakan keturunan F1 hasil perkawinan ayam hutan jantan (Gallus varius) dan ayam Kampung betina (Gallus gallus domesticus). Bekisar dikembangkan sebagai ayam kesayangan untuk menghasilkan ayam hias yang indah bulunya, dan terutama untuk mendapatkan keindahan suaranya dengan suara kokok yang memikat.
Ayam Bekisar dapat mencapai harga yang sangat mahal. Warna bulu didominasi oleh warna bulu ayam Kampung betina yang digunakan, tetapi postur tubuh, sifat dan suaranya sangat tergantung pejantannya yaitu ayam Hutan Hijau. Pada awalnya penggemar Bekisar hanya menyukai warna Merah dan Hitam, saat ini warna ayam Bekisar sangat beragam bahkan keindahan warna bulu ayam Bekisar sering digunakan sebagai salah satu kriteria dalam lomba Bekisar. Warna dasar ayam Bekisar mempunyai delapan warna dasar favorit yaitu Merah, Hitam, Putih, Kuning, Wido, Kelabu, Blorok, dan Jali. Ayam Bekisar menjadi lambang fauna (maskot) Propinsi Jawa Timur. Ayam Bekisar berasal dari pulau Kangean, sebuah pulau kecil sebelah timur Madura, termasuk wilayah kabupaten Sumenep. Ayam ini menyebar ke seluruh pulau Madura, Jawa, Bali, dan Wilayah Lombok, Komodo, Flores. Selain di wilayah tersebut ayam Bekisar sulit dijumpai. Berdasarkan Wikipedia Indonesia, ada tiga jenis ayam bekisar :
  1. Gallus aenus yang berjengger bergerigi delapan kecil, pial berukuran sedang, warna bulu pada lapisan atas ungu dengan plisir kuning emas.
  2. Gallus temminckii memiliki jengger bergerigi emas, pial berwarna jambu, bulu merah mengkilap dan berplisir merah kecoklatan.
  3. Gallus violanceus dengan jengger bergerigi bagus, ukuran pial sedang, warna bulunya ungu dengan permukaan yang halus.
Beberapa macam ayam Bekisar yang terkenal keindahannya yaitu :
  1. Bekisar Kangean (Madura), dibentuk dari induk betina berbulu satu macam misalnya hitam, merah, putih, kuning, dan abu – abu.
  2. Bekisar Putih (Yogya), berwarna putih mulai dari paruh, hingga telapak kaki kecuali jengger, pial, dan cuping berwarna merah.
  3. Bekisar Hitam (Parakan), silangan dengan ayam Kedu Hitam betina. Bentuk tubuh tinggi, besar, tegap dan berbulu hitam.
  4. Bekisar Multiwarna (Solo), kaya akan warna dan suaranya sangat nyaring dengan ujung suara meninggi, ukuran tubuh sedang. Ayam Bekisar multiwarna mempunyai bulu warna – warni dengan bulu leher, bulu pelana, dan bulu hias berwarna merah menyala.
sumber : poultryindonesia

Budidaya ayam ketawa, mengangkat produk dalam negeri


Mungkin judul diatas sedikit idealis, tetapi memang begitulah kenyataanya. Berbagai satwa hobi di Indonesia banyak didatangkan dari manca negara.Nah, dengan mengembangkan ayam ketawa yang notabene ayam asli Indonesia, ayam ini bisa berkembang menjadi tuan rumah dinegeri sendiri dan tidak menutup kemungkinan bisa go Internasional.

Kalau kita biasa mendatangkan perkutut dari bangkok, serama dari malaysia dan ayam saigon dari vietnam. Maka pada suatu saat nanti gantian kita yang mengekspor ayam ketawa ke luar negeri.

Sebagai langkah awal memasyarakatkan ayam ketawa didalam negeri, caranya dengan memeperbanyak penghobinya sehingga bermunculan klub-klub pecinta ayam ketawa. Seperti di semarang sudah digelar latber untuk kontes ayam ketawa.

Sekarang ayam ketawa mania sudah cukup banyak. Pertengahan 2011 nanti hobi ayam ketawa bakal mencapai puncaknya. Tentu saja untuk menuju kesana dukungan dari masyarakat dan pihak terkait sangat diperlukan sehingga hobi ini bisa berkembang.

Tingginya permintaan saat ini tentu saja menjadi peluang bisnis yang sangat menguntungkan. Dengan merjuni breeding ayam ketawa apalagi nantinya bisa menghasilkan variasi lagu-lagu baru maka harga juga bisa dipastikan akan berlipat ganda. Untuk pasarnya, permintaan ayam ketawa ini cukup luas. Mulai anakan hingga dewasa sudah bisa diserap pasar. Sebagai gambaran umur 1 bulan saja dengan kualitas standart bandrolnya berkisar Rp.200.000,- - Rp.250.000,-. Lantas berjenjang umur 2,3,4,5,6 hingga 7 bulan. Diatasnya masuk kategori ayam ketawa dewasa yang harganya tembus sampai puluhan juta rupiah.

Sumber:
Tabloid Agrobis

Ayam Serama Asli


Seringkali kita mendengar pertanyaan, apakah ini ayam serama asli ?. Perlu kita pahami bahwa ayam serama bukan merupakan spesies. Seperti ayam hutan, ayam ketawa atau berbagai jenis burung. Ayam serama adalah ayam hasil kreasi manusia dengan persilangan dari berbagai jenis ayam. Jadi ayam serama ini hampir mirip dengan ayam bekisar, yang juga bukan merupakan spesies melainkan hasil persilangan ayam hutan jantan hijau dengan ayam kampung.

Melihat dari sejarah ayam serama, ayam ini pada awalnya merupakan persilangan antar ayam silkie yang bertubuh gempal dan berbobot kecil yaitu sekitar 600-650 gram dengan ayam kapan yang bertubuh ramping, dada agak datar, serta ekor cenderung tegak lurus dengan bobot 750 gram.

Dari hasil persilangan tersebut akhirnya bisa diperoleh ayam kapan kecil seperti silkie. Kemudian hasil persilangan ini dikawinkan dengan kate jepang yang memiliki penampilan bagus, dadanya lebar dan punggung sangat pendek mendekati huruf U.

Hasil dari persilangan ini memiliki corak beragam seperti putih, cokelat keemasan dan kombinasi 2-3 warna selain ekor lawi, lurus menjulang seperti kate jepang. Bobotnya pun masih berkisar 650 gram/ekor. Kemudian hasil persilangan ini dikawinkan lagi dengan kate jepang pilihan sehingga didapatkan ayam kecil berbobot 500 gram. Sosoknya pun ikut berubah, kepala kecil dan sayap menggantung menjuntai kebawah. Ayam ini terlihat ramping, berdada menonjol proporsional dan ekor lawi lurus menjulang. Ayam ini dinobatkan sebagai the smallest bantam chicken alias ayam kate terkecil didunia oleh America Poultry Association (APA) dan Amerika Bantam Association (ABA), yang diberi nama Ayam Serama oleh sang kreatornya.

Seiring berjalanya waktu, banyak persilangan-persilangan dari ayam serama ini, hingga dihasilkan ayam serama dengan bobot dibawah 360 gram. Dan jenis ayam serama yang berbobot dibawah 360 gram inilah yang dimaksud dengan ayam serama grade A. Jadi pada dasarnya ayam serama itu merupakan sebuah kreasi manusia yang diciptakan sesuai dengan keinginanya melaluli berkali-kali persilangan sehingga kita tidak bisa mengklaim bahwa ayam serama itu sebenarnya asli atau tidak. Karena ayam serama bukan merupakan jenis spesies tertentu.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More